Senin, 10 Desember 2012

Syari'at Ibadah Haji

Diposkan oleh Salsa Chubby di 09.08
Perintah ibadah haji sebagai seruan Nabi Ibrahim a.s dilakukan segera setelah Ibrahim a.s beserta putranya Ismail a.s menyelesaikan pembangunan Ka'bah. "Monumen" bagi keduanya kini adalah Maqam Ibrahim dan Hijr Ismail. Pembangunan Baitullah ini dilakukan oleh Ibrahin a.s ketika beliau datang ke Mekkah untuk yang kelima kalinya sekaligus yang terakhir. Lalu saat peristiwa apa saja Ibrahim a.s ke Mekkah??


  1. Sejarah Haji tidak bisa terlepas dari sejarah pembanguna Ka'bah seperti yang diperintahkan Allah s.w.t kepada Nbi Ibrahim a.s. Ketika nabi Irahim a.s selesai membangun Ka'bah, Allah s.w.t memerintahkannya untuk menyeru manusia agar melaksanakan haji. Dalam hal ini, Allah s.w.t berfirman yang artinya. "Serukanlah kepada seluruh manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh".  Nabi Ibrahim a.s berkata kepada Allah s.w.t, "Wahai Tuhan! Bagaimana suaraku akan sampai kepada manusia yang jauh?", Allah s.w.t berfirman, "Serulah! Aku yang akan membuat suaramu sampai."
  2. Kemudian Nabi Ibrahim a.s naik ke Jabal Qubays (sebuah bukit di selatan Ka'bah) dan memasukkan jari tangannya ke telinganya sambil menghadapkan wajahnya ke Timur dan Barat beliau berseru, "Wahai sekalian manusia telah diwajibkan kepadamu menunaikan ibadah haji ke Baitul Atiq, maka sambutlah perintah Tuhanmu Yang Maha Agung". Seruan tersebut telah didengar oleh setiap yang berada dalam sulbi laki-laki dan rahim perempuan. Seruan itu disambut oleh orang yang telah ditetapkan dalam ilmu Allah s.w.t bahwa ia akan melaksanakan haji, sampai hari Kiamat mereka berkata, "Labaik Allaahumma Labaik", artinya, "Telah saya penuhi panggilan-Mu, Ya Allah! Telah saya penuhi panggilan-Mu".
  3. Seusai nabi Ibrahim a.s menyeru manusia untuk melaksanakan haji, malaikat Jibril a.s mengajaknya pergi. Kepada beliau diperlihatkan bukit Safa, Marwa dan perbatasan tanah Haram, lalu diperintahkan untuk menancapkan batu-batu pertanda. Ibrahim a.s adalah orang pertama menegakkan batasan tanah Haram setelah ditunjukkan oleh malaikat Jibril a.s, Pada tanggal 7 Zulhijjah, Nabi Ibrahim a.s berkhutbah di Mekkah ketika matahari condong ke Barat (tergelincir), sementara Nabi Ismail a.s duduk mendengarkan. Pada esok harinya, keduanya keluar berjalan kaki sambil bertalbiyah dalam keadaan berihram. Masing-masing membawa bekal makanan dan tongkat untuk bersandar. Hari itu dinamakan hari Tarwiah. Di Mina, keduanya melaksanakan Sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Subuh. Meeka tinggal di sebelah kanan Mina sampai terbit matahari dari gunung Tsubair (waktu Dhuha), kemudia keduanya keluar Mina menuju Arafah. Nabi Ibrahim a.s sudah mengetahui sebelumnya lalu berkata "Araftu", artinya "Aku sudah mengetahui", maka daerah itu dinamakan Arafah.
  4. Ketika tergelincir matahari, malaikat Jibril a.s bersama keduanya menuju suatu tempat (sekarang tempat berdirinya Masjid Namirah), kemudian Nabi Ibrahim a.s berkhutbah daan Nabi Ismail a.s duduk mendengarkan, lalu mereka Shalat jamak taqdim Zuhur dan Ashar. Kemudian malaikat Jibril a.s mengangkat keduanya ke bukit dan mereka berdua berdiri sambil berdo'a hingga terbenam matahari dan hilang cahaya merah. Kemudian mereka meninggalkan Arafah berjalan kaki hingga tiba di Juma' (daerah Mudzalifah sekarang). Mereka shalat Maghrib dan Isya' disana, sekarang tempat jama'ah haji melakukan Shalat. Mereka bermalam disana hingga terbit fajar keduanya diam di Quzah. Sebelum terbit matahari, mereka berjalan kaki hingga tiba di Muhassir. Ditempat ini mereka mempercepat langkahnya. Ketika sudah melewati Muhassir, mereka berjalan seperti sebelumnya. Ketika tiba di tempat jumrah, mereka melontarkan jumrah aqabah tujuh kerikil yang dibawa dari Juma'. Kemudian mereka tinggal di Mina pada sebelah kanannya, lalu keduanya menyembelih hewan Qurban ditempat sembelihan. Setelah itu memotong rambut dan tinggal beberapa hari di Mina untuk melontarkan tiga Jumrah pulang bali saat matahari mulai naik. Pada hari Shadr, merekaa keluar untuk Shalat Q=Dzuhur di Abthah. Itulah ritual ibadah haji yang ditunjukkan oleh malaikat jibril a.s sesuai permintaan Nabi Ibrahim a.s, "......tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami..." (Q.S Al Baqarah:128)


Melempar jumah berasal dari mimpi Nabi Ibarahim a.s yang diperintah untuk menyembelih putranya Ismail a.s, dimana pada awalnya beliau tidak percaya akan mimpi itu, namun karena selalu datang berturut-turut, karena yakin akan kebenaran mimpi itu Ibrahin a.s melaksanakan perintah itu dengan membawa Ismail a.s melewati tiga tempat dimana beliau diganggu agar mengurungkan niatnya, namun atas petunjuk Allah diketahui bahwa mereka yang mengganggu mereka Syetan, sampai Nabi Ibrahim a.s melempar batu di  tiga tempat itu. Dalam rangkaian ibadah haji dikenal dengan Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

This is My World Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei